Kenapa juga harus musim jambu? Ada apa dengan musim jambu … koq musim jambu, kan biasanya musim hujan, kemarau, atau musim duren, mangga de el el … itu lontaran kata dari beberapa kawan saat membacanya pada secarik kertas yang terpajang pada dinding kamarku, saat masih kuliah dan nyambi mengajar pada bimbel JILC Makassar (2000-2002), sayapun pernah menjadikannya sebuah artikel yang paling tidak membantu motivasi para siswa untuk bertarung pada kerasnya perebutan kursi UMPTN, waktu itu belum ada jalur khusus, sehingga kelulusan pada UMPTN adalah sebuah prestise yang sangat membanggakan, namun kembali ke pertanyaan awal, ada apa dengan musim jambu …
Musim jambu seperti juga musim buah lainnya, musim duren, musim mangga dan seterusnya, Jelasnya musim dimana jambu berbuah. Semasa kecil ada tiga pohon jambu yang tumbuh subur dihalaman rumah nenek, yang tentu saja menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri saat ketiga pohon tersebut berbuah, saat masih awal berbunga saja, hamper tiap pagi aku melihatnya sambil berharap mungkin saja ada yang sudah layak panen … dan lambat namun pasti saat itu datang juga, anak-anak SD yang sering melintas saat pulang dari sekolah tak luput dari pengawasanku, bukannya pelit … kalau diminta boleh saja, tapi seringkali mereka hanya melemparnya dengan batu, dan resikonya genteng atau mungkin kaca rumah yang menjadi sasaran kerusakan akibat batu yang mereka lempar. Musim itu penuh kenangan, menikmati manisnya jambu yang berbuah adalah kebahagiaan yang tidak terlupakan. Hingga saat ini, pohon itu masih ada, walau tinggal satu, namun entah karena usia pohon yang semakin tua dan kemudian tidak manis lagi, sehingga tidak lagi menarik minat adik sepupuku seperti saat aku masih kecil, atau mungkin juga karena beragamnya jajanan yang ada, sehingga mereka lebih tertarik dengan jajanan kemasan dan instant lainnya …
Kebahagiaan yang tak terlupakan, mulai saat berbunga hingga panen menjadi makna yang sangat bermakna bagiku … musim jambu adalah sebuah harapan yang ada saat masih kecil, namun seiring bertambahnya usia, ternyata kita menyimpan banyak harapan. Usia sekolah, kuliah hingga kini melahirkan banyak sekali musim jambu yang berarti banyak sekali harapan. Satu ticket pada Universitas Negeri saat UMPTN adalah musim jambu yang sangat kuimpikan waktu itu, dan Alhamdulillah terwujud, rasa bangga dan haru dari ayah dan ibu adalah mimpi yang terwujud.
Analogi musim jambu juga berkembang menjadi istilah dalam komunitas perkuliahan, yang berarti musim bercinta. Musim jambu saat itu selalu dimulai saat masa ospek mahasiswa/i baru, gong pengumuman UMPTN dan kedatangan mahasiswi baru saat pendaftaran adalah awal musim jambu, upaya pendekatan ke adik-adik mahasiswi pun dimulai, walau tidak semuanya berhasil, namun tidak sedikit yang menuai hasil, jadian dan kemudian dilanjutkan dengan proses pacaran yang diibaratkan dengan perolehan jambu yang manis dan banyak airnya.
Melewati masa kuliah yang dengan sederhana diungkapkan sebagai masa segitiga emas, yakni Buku, Pesta dan Cinta, ternyata harapan itu semakin banyak, dan tidak lagi sesederhana harapan pada musim jambu. Mulai dari kerja, menikah dan punya anak, termasuk pula pilihan karir dan seterusnya. Kita selalu memiliki banyak harap namun yang seringkali menjadi kendala adalah bagaimana membuat harapan itu terwujud, bagaimana menuntaskan mimpi. Seringkali harapan hanya tinggal harapan, ia hanya mimpi yang berakhir tanpa orgasme dan kemudian gantung. Stres akibat tumpukan kekecewaan adalah hasil akhirnya.
Teringat kata-kata seorang senior, bahwa apa yang menjadi milik kita saat ini bukanlah sebuah anugrah, toh rejeki tidak akan datang dengan tiba-tiba dan begitu saja, tapi harus di kejar, dicari dan dipertahankan. Masalahnya kemudian adalah bagaimana, apakah dengan segala cara, atau menghalalkan semua jalan? … tentu tidak kita telah diatur dengan sejumlah norma dari banyak interdisiplin.
Menuntaskan mimpi dan membuatnya orgasme, adalah puncak kenikmatan yang menjadi motivasi untuk mencapai sebuah harapan, tentunya upaya keras dan bekerja dengan cinta adalah tuntutan yang wajib kita jalani. Jadikanlah harapan musim jambu menjadi sebuah cita diujung harapan, mari bekerja … dan ingatlah akan indahnya Ketika Musim Jambu Tiba …








