Oleh: amrilarifin | 30 Juni, 2008

Lagu Geby dan Mental Tidak Orsinil

“Pernah ada rasa cinta, antara kita, kini tinggal kenangan, ingin kulupakan semua tentang dirimu … “

Itulah bait awal lagu Jauh, atau popular dengan “lagu geby” … lagu ini awal pertama kali saya dengar pada tahun 2006, dapat copy dari teman via CD. Saat itu yang saya tau lagu itu berjudul “Jauh” namun siapa penyanyinya saya belum jelas, hanya info teman tsb adalah lagu itu dinyanyikan oleh anak makassar, tepatnya mahasiswa STMIK Makassar, sedangkan penyanyinya sendiri sudah meninggal … saat mengetahui kisahnya seperti itu, saya kemudian menjadi lebih perhatian dengan lagu “Jauh”, walau hanya direkam dengan gitar akustik, saya sudah langsung tertarik dan mengakui kalau lagu itu bagus. Belakangan saat main ke Radio Venus Makassar, saya kemudian tau kalau lagu itu milik Caramel Band, band asal makassar, adapun kisah bahwa penyanyinya sudah mninggal ternyata hanya kisah yang menyebar dari mulut ke mulut saja, penyanyinya masih hidup koq, saya kemudian berpikir bahwa itu hanya trik yang coba dimainkan oleh band indie untuk mendongkrak popularitas bandnya … toh banyak jalan menuju roma, banyak upaya dan cara untuk band indie kalau mau maju.

Waktu berlalu, dan seringkali saya melihat dalam vcd bajakan yang memuat kompilasi beberapa MP3, lagu “jauh” selalu hadir terselip diantara MP3 band-band besar ditanah air, cukup mengagumkan juga lagu ini, pikir saya. Dua tahun kemudian, tepatnya tahun 2008, sekarang ini … ternyata lagu bagus tersebut memunculkan kontroversi, tidak tanggung-tanggung ada 5 band indie yang mengklaim bahwa lagu tersebut milik mereka, bahkan Roy Suryo pun turun tangan …

“Jauh kau pergi meninggalkan diriku …”

Seperti bait lagunya, lagu ini memang terlalu jauh meninggalkan pemiliknya, tinggallah lagu tanpa pemilik yang kemudian menjadi rebutan … terlepas dari kontroversi akan lagu itu sendiri, adalah hal yang tidak mungkin, secara bersamaan satu lagu diciptakan dengan persis atau mirip. Jika ada pemiliknya pasti ada peniru. Suatu hal yang luar biasa bahwa jelas lagu tersebut bukan miliknya, tapi kemudian dengan gagah dan kemudian mengakui sebagai pencipta, begitulah mental bangsa ini. Seringkali ide-ide orsinil orang lain yang kemudian mengklaim ide itu miliknya 

Berani bersaksi dengan palsu demi sebuah popularitas dan kejayaan adalah hal yang memalukan, sadarlah bung! … yang lebih parah nantinya kalo para produser rame-rame memfasilitasi dan memproduksi lagu yang belum jelas pemiliknya itu … apakah ini tidak membiarkan para peniru dan pencontek untuk tetap hidup … kenapa tidak dicari dulu siapa sejatinya pemilik lagu itu?. Semoga saja para pencontek lagu Geby, segera sadar dan mengaku khilaf …


Tanggapan

  1. [...] tulisan saya sebelumnya: http://amrilarifin.wordpress.com/2008/06/30/lagu-geby-dan-mental-tidak-orsinil/, bukti ini harusnya menampar para peniru dan pendusta yang ada, sebutlah: Dini Suci Lestari yang [...]


Beri tanggapan

Your response:

Kategori