Oleh: amrilarifin | 18 Agustus, 2008

3 Hari untuk selamanya (selesai)

 

Hidup memang penuh dengan ujian, namun kita harus percaya bahwa Allah SWT tidak akan memberikan beban kepada hamba Nya, jika kita tidak sanggup untuk menghadapinya, … maka percayalah bahwa masalah apapun akan menemukan jalan keluarnya.

 

Ketika pesta sudah usai, dan kita mulai belajar menjadi lebih dewasa, menjadi lebih bijak dan arif dalam memaknai hidup, tak terhitung ujian dan cobaan yang datang dan selalu kita hadapi, walau kadang kita terjatuh bahkan terjerembab tapi kita selalu bisa tegar berdiri kembali menantang badai. Enam tahun waktu berlalu, disaat kita semakin sadar bahwa kehampaan itu seringkali mengganggu, dimana kaki-kaki kecil itu, yang dengan riang berlari menghampiri tuk kita belai bersama:

 

Ini aza yang sulit dimengerti,

ketika semuanya menyesakkan dan menjadi kabur,

segala kata seolah sia-sia tak berguna,

seperti teriakan kita pada malam yang berpetir di musim penghujan,

yang tak tersentuh di telinga,

 

Namun sekali lagi, bahwa Ia tidak tidur, Ia mendengar keluh kesah hamba Nya, dan pada tingkat kepasrahan kita warta bahagia itu akhirnya datang juga, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar … delapan belas maret duaributujuh (3 hari-selesai), pekik tangis bahagia menggema, baik dari Ayah-Bunda, maupun kakek dan neneknya yang menyambutnya dengan suka cita:

 

Ooo … Daeng,

tepukkan lenganmu dipundaknya,

tiupkan nafas dari lafal suci ketelinga laki-lakinya

bacakan sumpah Arung, dan janji para Karaeng

 

Ajari ia teriak dengan lantang

segemuruh ombak yang mengitari Sandeq,

Ajari ia membuang tangis

agar tegar bak Phinisi.

 

Terima Kasih ya Allah, izinkan kami membimbing dan merawatnya menjadi hamba Mu yang bertaqwa, dan jadikanlah kami keluarga yang sakinah, Amin.


Tanggapan

  1. Baca 3 hari untuk selamanya, apalagi yg part 3 (selesai)…. duh bikin hati gmn gitu. Terasa bgt begitu bermaknanya part itu bagi penulisnya. Emang paling bisa deh bikin kata2 yg menyentuh hati terutama bagi wanita, at least aku lah ril, hehehehe

  2. sekali lagi seperti komentarku ke mbak lyna, bahwa cinta itu sebuah energy … tanpa energy itu aku, kita dan semuanya nol … lebih-lebih lagi jika energy cinta itu bersumber dari Sang Pemilik … Allahu Akbar … thanks dah mampir ya luh …

  3. keren triloginya

    aih aih…
    jadi bikin (sedikit) iri
    :D

    *apaan sih*
    *shy*

  4. artikelnya bagus sekali


Beri tanggapan

Your response:

Kategori